Selayang Pandang

Selayang Pandang

Mengenal Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin-2

  1. Letak Geografis PPMS-2

Mambaus Sholihin-2 adalah salah satu cabang dari Mamabaus Sholihin Suci- Manyar- Gresik, Mambaus Sholihin- 2 adalah sebuah institusi yang terletak di kawasan perbatasan antara desa Sumber dan Sumberjo, bersuhu udara cukup hangat, ± 24 °C. Kawasan ini berada kurang lebih 4 Km dari perbatasan Kota Blitar. Dan kawasan desa Sumber ini cukup makmur ekonominya. Dengan sumber daya alamnya serta peternakan yang merupakan aset yang sangat berharga bagi masyarakat sekitar dan juga bagi Pesantren.

Mambaus Sholihin-2  berdiri di areal perkebunan cukup luas, yang dikelilingi oleh persawahan, untuk kompleks Putra di sebelah Selatan, dan untuk kompleks Putri di sebelah selatan dan untuk kompleks putri disebelah utara, dan antara kompleks putra dan putri dipisah dengan ndalemnya K Moh Al-Amin, S.Pd.I, MM. pemisahan ini menjadikan situsasi yang kondusif dan memudahkan pengaturan antara santri Putra dan Putri

2. Sejarah Pendirian PPMS-2

Kyai Sarengat mendirikan sebuah lembaga pendidikan madrasah diniyah Al-Hikmah desa Sumber kecamatan Sanankulon kabupaten Blitar. Kurang lebih kisaran tahun 1990-an dengan sarana dan prasarana yang minim, yang jauh berbeda dengan keadaan lembaga pendidikan pada saat sekarang ini. Madrasah diniyah Al-Hikmah sebagai bentuk perwujudan dari pengabdian dan sumbangsih pemikiran Kyai Sarengat kepada masyarakat desa Sumber kecamatan Sanankulon kabupaten Blitar, yang pada saat itu masih mengalami keterbelakangan dalam hal pendidikan.

Masyarakat desa Sumber kecamatan Sanankulon kabupaten Blitar pada saat itu masih tergolong masyarakat primitif dan haus akan pendidikan. Oleh karenanya, mereka menerima dengan lapang dada dan bahkan memberikan berbagai bentuk dukungan baik materil atau non materil terhadap berdirinya lembaga pendidikan madrasah diniyah tersebut, hal ini terlihat dari tingginya rasa antusias masyarakat ketika pertama kali lembaga ini didirikan. Selain itu, masyarakat juga dengan antusias mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada lembaga madrasah diniyah Al- Hikmah, yang kebetulan pada saat itu hanya ada satu lembaga pendidikan di desa Sumber kecamatan Sanankulon kabupaten Blitar, yakni madrasah diniyah Al-Hikmah.

Setelah wafatnya Kyai Sarengat (selaku perintis dan pendiri), madrasah diniyah Al-Hikmah merasa sangat kehilangan sosok pemimpin yang memiliki kharismatik luar biasa yang dibanggakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Sumber. Peralihan pemimpin/pengasuh madrasah diniyah digantikan oleh putra beliau, KH. Misbahuddin Ahmad dibantu istri beliau Hj. Shobiyah untuk meneruskan perjuangan ayahnya (Kyai Sarengat). Pada saat itu putra beliau, KH. Misbahuddin Ahmad masih tinggal di Gresik. Setelah putra kedua (KH. Misbahuddin Ahmad), Agus Zainul Fajri, M.Ag lulus dari Mamba’us Sholihin Gresik, Kyai Misbahuddin sowan kepada pengasuh Mamba’us Sholihin Gresik (KH Masbuhin Faqih) untuk minta restu mengembangkan madrasah diniyah al-Hikmah Sumber menjadi pondok pesantren cabang dari pondok pesantren Mamba’us Sholihin Gresik. Setelah mendapat izin untuk mengembangkan madrasah dari pengasuh Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin Gresik. Kyai Misbahuddin minta restu kepada almaghfurlah KH Abdullah Faqih Langitan. Setelah restu dari kedua Kyai kharismatik tersebut, lalu berdirilah pondok pesantren al-Hikmah tersebut.

Berkat perjuangan beliau pondok pesantren dan madrasah diniyah Al-Hikmah terus mengalami peningkatan. Sehingga beliau mengganti namanya menjadi pondok pesantren Mamba’us Sholihin-2 yakni cabang dari pondok pesantren Mamba’us Sholihin Gresik.

Kepemimpinan Kyai Moh. Zainul Fajeri, M.Ag tidaklah jauh beda dengan sistem kepemimpinan almaghfurlah Abahnya KH. Misbahuddin Ahmad, sehingga pondok pesantren Mamba’us Sholihin-2 yang dipimpinnya terus mengalami perkembangan sampai sekarang.

3. Visi dan Misi :

» Mempersiapkan kader Muslim yang Intelektual dan Intelektual yang Muslim.

» Melestarikan ajaran Ahlus Sunnah wal Jama’ah demi berlangsungnya kehidupan religi yang moderat dalam Negara Republik Indonesia.

» Mencetak generasi Islam yang berpegang teguh pada ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadist, kritis dan profesional dalam segala bidang.

4. Motto :

» Alim sholeh kafi

» Bondho bahu piker lek perlu sak nyawane pisan

» المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديدالأصلح

» Berjasalah, dan jangan minta jasa

» Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja

5. Sistem Pendidikan PP. Mamba’us Sholihin-2

Mamba’us Sholihin-2 yang mengadopsi perpaduan sistem Salaf-Modern ini mengusung berbagai format & materi dalam sistem pengajarannya. Hal ini tak lepas dari pada Background Pengasuh Pesantren Al Mukarrom KH Masbuhin Faqih, yang merupakan alumni Pondok modern Gontor dan Pondok Pesantren Langitan. Dengan semangat “المحا فظة علىالقديم الصالح والاخذ بالجديد الاصلح ” yaitu ”melestarikan kebaikan masa klasik, dan mengadopsi hal-hal baru yang lebih baik”, menjadikan Mamba’us Sholihin-2 sebagai Pesantren yang cukup lengkap kurikulum pendidikannya, baik yang berupa pendidikan formal maupun non formal. Kurikulum yang dikembangkan di Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin-2 merupakan perpaduan antara tiga Pondok Pesantren yang menjadi kiblat aktivitas keseharian di Mamba’us Sholihin-2, ketiga Pesantren tersebut antara lain ;

Pondok Modern Gontor. Merupakan kiblat Mamba’us Sholihin-2 dalam hal Penguasaaan Bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Mamba’us Sholihin-2 juga mengadopsi sistem keorganisasian sosial kemasyarakatan sebagaimana yang diterapkan di Pondok Modern Gontor.

Pondok Pesantren Langitan. sebagai kiblat Mamba’us Sholihin-2 dalam hal kurikulum Salafiyahnya.

Dalam Hal Ubudiyahnya, Mamba’us Sholihin berkiblat ke Pondok Pesantren Roudhotul Muta’allimin Sawahpolo Surabaya

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *