Kunjungan Presiden RI di Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik

Blitar, Presiden Joko Widodo, Kamis (08/03/2018) dua sejarah tercetak di pondok tercinta. Pertama, kunjungan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo berkunjung ke pondok pesantren tercinta. Ini adalah kunjungan kali pertama kunjungan presiden di pondok tercinta. KH. Abdurahman Wahid, presiden ke 4 RI memang pernah berkunjung ke Mambaus Sholihin, tapi menjelang beliau dilantik menjadi presiden. Kedua, penyerahan surat keputusan pendirian Program Pasca Sarjana di Institut Keislaman Abdullah Faqih. Kejadian ini hampir saja luput dari perhatian khalayak ditengah hiruk pikuk penyambutan kunjungan presiden. Penyerahan SK sendiri dilakukan oleh staff khusus Menteri Agama, H.Gugus Jokowaskito kepada romo kyai Masbuhin Faqih pada pukul 08.00.

Pendirian program master Pendidikan Agama Islam sendiri dilakukan guna menjawab kebutuhan para alumni INKAFA ataupun Mambaus Sholihin yang ingin melanjutkan studinya di program pasca sarjana (S2). Hal ini juga menunjukkan tekad kuat rektorat dan civitas akademika INKAFA untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan dan progress di INKAFA. Program pasca sarjana ini diharapkan mampu menarik minat alumni INKAFA maupun pesantren untuk terus meng-upgrade kemampuan dan keilmuannya.

Sedangkan pasca kunjungan Presiden RI ke ndalem beliau, KH. Masbuhin FAqih yang ditemui wartawan didampingi kru Al Fikrah mengatakan, bahwa niat baik bapak Jokowi untuk silaturrahim ke pesantren harus dihargai. Karena silaturrahim adalah anjuran agama, maka Pesantren Mambaus Sholihin memutuskan untuk membuka tangan selebar-lebarnya bagi kunjungan presiden. Terkait harapan beliau pada presiden, romo kyai dawuh dengan sangat jelas, “Kulo tidak mengharap nopo-nopo. Kulo namung mengharap kepada Allah SWT. Kulo ngge mboten mengharap bantuan nopo-nopo. Murni niku silaturrahim presiden ingkang dados anjuranipun agomo.”

Romo kyai juga menjelaskan bahwa kunjungan Jokowi ke Pesantren tidak ada hubungan politik, karena romo kyai bukan politisi. Tidak ada pembicaraan tentang calon wakil presiden dan urusan politik lainnya. Yang jelas, KH. Masbuhin Faqih berharap calon wakil presiden mendatang dari NU yang jelas Ahlusunah wal Jamaah.

Ditemui terpisah, Ustadz Abdul Majid Jufri, salah seorang pengasuh pondok pesantren cabang Bintan Kepulauan Riau menyatakan, bahwa pertemuan itu diwarnai dengan suasana takdhim yang luar biasa. Presiden dengan sangat santun. Beliau juga meminta doa para masyayikh dan kyai yang berada dalam ruangan tersebut, agar kuat memikul amanah dan beberapa cobaan. Diantaranya yang jamak kita ketahui di media sosial adalah isu PKI, anti Islam dan sebagainya. Presiden juga menegaskan bahwa beliau benar-benar tidak habis fikir dengan orang yang tega menyebarkan hoax, hate speech sedemikian kejamnya. Terakhir beliau meminta doa agar diberi kesehatan dalam melaksanakan tugas.

Ada hal unik dalam pertemuan itu, ketika romo kyai berjalan bergandeng tangan dengan Jokowi dan adik beliau KH. Asfihani Faqih. Nampak suasana bahagia dan akrab. Begitu juga ketika bersalaman, KH. Asfihani bersalaman sampu rancang, sebuah budaya salaman khas pesantren tanda keakraban. Yaitu dengan saling merekatkan dan menyelipkan ke orang yang kita ajak bersalaman, sehingga dua tangan bersatu mengepal. Jokowi dan Kyai Asfihani juga nampak saling berebut mencium tangan.

Semoga Allah memanjangkan umur, menjaga, memelihara para guru dan kyai kami serta para pemimpin kami.

#santrisuci #santrinekyaimasbuhin #selamatdatangjokowi#mambaussholihin #alfikrahmbs

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *