PERESMIAN DAN PENYERAHAN SK STIT MISBAHUDIN AHMAD BLITAR

Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar resmi mendirikan perguruan tinggi yang diberi nama Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Misbahudin Ahmad (STITMA). Kampus tersebut merupakan cita-cita dari muassis pesantren yang hingga nama beliau di sematkan dalam penamaan kampus yakni KH. Misbahudin Ahmad.

Ketua Yayasan Mambaus Sholihin II Blitar Kyai. Moh. Al Amin, S. Pd. I, MM mengatakan, dasar pendirian kampus merupakan cita-cita muassis pesantren, almaghfurlah KH Misbahudin Ahmad. Yaitu untuk melengkapi kelembagaan pendidikan yang dibawah naungan Yayasan Mambaus Sholihin II Blitar. 

“Pendirian perguruan tinggi ini, merupakan salah satu harapan dari muassis serta melengkapi kelembagaan pendidikan yang ada di naungan Yayasan. Yang mana, pada hari ini sudah terealisasi secara lengkap di bawah naungan Yayasan Mambaus Sholihin II Blitar” katanya, Ahad (14/08/2022).

Peresmian ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri Agama oleh Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kemenag RI, Prof. H. Amin Suyitno, M. Ag kepada Kyai. Moh. Al Amin, S. Pd. I, MM selaku Ketua Yayasan Mambaus Sholihin II Blitar

Peresmian dan pemberian surat keputusan dipusatkan di gedung Auditorium Pondok Peaantren Mambaus Sholihin 2 Blitar. Dalam penyerahan SK Izin Operasional dan peresmian ini, disaksikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar , Dr. KH. Moh. Zainul Fajri, M. Ag dan Dr. M. Kholid Thohiri, M. Pd. I sebagai Ketua STIT Misbahudin Ahmad Blitar serta dari pemerintah Kabupaten Blitar yang diwakili Kabag Kesra Drs. Hatta Mahfur Thoyib, M.Si  dan para tamu undangan dari berbagai stakeholder di Kab. Blitar. STIT Misbahudin Ahmad memiliki Program Studi S-1, Manajemen Pendidikan Islam dan Tadris Bahasa Indonesia.

Pada kesempatan ini, Direktur PTKI, Prof. H. Amin Suyitno, M. Ag menyampaikan, agar setelah resminya perguruan tinggi harus berlari dengan cepat jangan jalan saja “kun maksimalis walatakun minimalis”. Hal tersebut untuk mengejar ketertinggalan dari kampus lain melalui profesionalitas dan keikhlasan pengelola. Juga yang tidak kalah penting harus menggenjot untuk menjadi sekolah tinggi yang tidak kalah dengan yang ada di luar pesantren.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *